Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

The Difficulty of Giving Charity Sincerely

Competing in doing good is one way for religious people to get closer to God. By increasing the number of charities in the world, it is believed that we will get heaven after death. The rewards are very tantalizing but also not very easy.

Competition has the same meaning, namely competing with other people. But competing for good is not the same. The jury in this competition is directly supervised by God and you never know if you do right before reaching the finish line, which is death.

Read Humans are Creatures who Have Great Fear

No matter how beautiful the reward received after death, in fact humans are not allowed to commit suicide in order to achieve that blessing. In addition, even devout some religious people will be afraid when death comes. Death is not the end, but ending life in this world is still very scary.

Death is not a man's job to think about when it will happen, because only God knows about it. The task of people who claim to be religious is to serve and increase their righteous deeds for preparing in their next life after death.

One of the good things that is easy to do but difficult to sincerely is giving charity. Why so? Humans have a heart and a mind, sometimes the two are contradictory but sometimes they are in sync. When people's minds and hearts do not coincide when giving alms, that's when their sincerity is questioned.

Read also Facebook Android Updates Itself

There are many reasons why people give alms, the first is because they have more money. Second, he wanted to be praised. There are also some people who are forced. Besides, some people know the rewards of someone who does good deeds, so they do it. Not a few people really care about helping others. And there are many other reasons that are mixed in people's hearts and minds.

Maybe you have thought that you are giving alms because you believe that your sustenance will be added by God, is that sincere almsgiving? Or you do it because you are sure you will get a reward in the afterlife. Isn't that the same as not sincerity, meaning you still hope for something in return.

So what is the reason for you to give charity? Have you been giving charity sincerely?

Post a Comment

40 Comments

  1. adem kek abis mijak ubin kamar mandi mas ntan baca post kali ini

    serasa dapat siraman rohani xixixi

    iyap sebagai mahluk yang masih sehat mentalnya insyaAlloh jika diberikan ujian mah masih eling sama Yang Maha Kuasa, dan nabung amalan sebelum tiba waktunya ruh lepas dari raga...jadi yang ada saat ini mah dijalani aja semampunya xixixiix...
    kalau masalah sedekah... memang benar sih ada kalanya orang beramal ya ada aja alasan dibaliknya, apakah bener tulus dalam hati, butuh pengakuan, terpaksa dsb...yang jelas isi hati manusia itu penuh misteri yang misterinya itu sedalam isi lautan

    #abis salah makan kali ya aku ngomongnya agak tinggi gini hahahhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebanyakan makan lele goreng nih wkwkwk

      Delete
    2. iya ya ketularan mas intan sukanya lele goreng garing wkwkkwkwk

      Delete
  2. Kata teman di fb, gpp silakan besedekah tidak ikhlas atau terpaksa, nanti lama2 kalau sudah terbiasa bakal ikhlas dan ringan dengan sendirinya 😆

    ReplyDelete
  3. jujur, bacanya aku translate dulu pake mbah google... hehe...
    sedekah ya... hmmm... gak boleh bilang2 donk, kalo bilang2 nanti bkn sedekah lg nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. translate widget ada melayang di bawah pak :)

      Delete
  4. Well, in my humble opinion, one of the key is never posted your charity in your social media. Even the smallest one.

    Tapi balik lagi ya.. tergantung niat, mungkin ada yg Istiqomah bisa berniat utk menginspirasi. Kalau saya sih ngerasa belum 'sekuat' itu hatinya. Takutnya ada yg komen muji atau nyela malah jatuh ke jurang yg tipis yaitu riya' atau julid dgn merasa sudah lebih baik dari org lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu sudah menjadi resiko manusia, ada yang suka dan tidak suka

      Delete
  5. Ijin bertanya pak ustadz, jika kita tidak boleh bersedekah dengan mengharapkan pahala di akhirat atau agar rejeki bertambah lalu bagaimana baiknya?

    ReplyDelete
  6. ilmu ikhlas yang susah untuk dilakukan

    ReplyDelete
  7. Sampai saat inipun saya masih belum mengerti arti ikhlas yang sesungguhnya. Terkadang saya masih berpikir apakah saya beramal dengan ikhlas atau tidak. Makanya kalau ada yang bertanya saya ikhlas atau tidak jadi bingung mau jawabnya

    ReplyDelete
  8. pemberian dan harapan seperti satu kesatuan tak terpisah...
    nice article....

    ReplyDelete
  9. tiada seorang pun yang memberi dengan tidak mengharapkan balasan. cuma kita perlu sedar akan landasan keikhlasan yang mana ia 'wujud' untuk membezakan antara yang tulus memberi dengan memberi kerana harap keredaan-Nya...

    ReplyDelete
  10. If I have something that comes to be useless, I give it to others who need it more, no matter what it is. No hope for anything in return at all. I just do minimalist lifestyle step by step: delete all useless things, less you have then easier you to be happy.

    ReplyDelete
  11. Doing charity should be all about giving back to the community. When we have been blessed with good things in our life, it is nice to return our blessings. Charity does not need to be something big, small contributions can make a big difference.

    ReplyDelete
  12. I do it because I like being nice and helping out people. I care and it makes me feel good to give back.

    ReplyDelete
  13. Jadi kalau bersedekah dgn harapan dpt pahala ata buat tabungan di surga itu salah ya mas karena masih mengharapkan imbalan hihihi
    Definisi ikhlas itu rumit banget ya mas, ga bisa dibuat2, harus dari hati dan hanya Tuhan yg tau tentang hal ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah mbak, saya cuma berlogika saja. lebih tepatnya tanya pak ustadz wkwkwk

      Delete
  14. Poin penting dalam bersedekah adalah ikhlas, tidak peduli sekecil atau sebesar apapun yang yang kita keluarkan, jika ikhlas, yakinlah nanti akan berlipat ganda, asik

    ReplyDelete
  15. Baca ini jadi perenungan buat saya.

    Jujur sih, saya bersedekah masih karena mengharapkan pahala dan meyakini bahwa setiap pemberian akan dikembalikan Tuhan dalam bentuk yang lebih baik. Yah, ikhlas saya masih sebatas itu.

    Tapi bukankah definisi ikhlas adalah hanya mengharap balasan dari Tuhan?

    Kecuali kita bersedekah/memberi karena ingin dipuji, menurut saya itu tidak ikhlas karena mengharap balasan dari manusia (selain Tuhan).

    Tapi balik lagi, ikhlas itu adanya di hati. Toh Tuhan Maha Tahu niat orang yang sebenarnya saat bersedekah. Jadi ngga perlu kita pusingkan ibadah orang ya. Yang terpenting kita jalani hidup sebaik2nya dan terus berbuat baik menebar manfaat.

    ReplyDelete
  16. Biarlah Tuhan yg putuskan, sedekah seorang hamba-nya itu ikhlas ato ga. Kdg aku g mau terlalu mikirin rewards dll. Saat ku memberi something ke orang yg membutuhkan, itu Krn aku ngerasa kasian Ama dia. Bukan cuma ke manusia, tp juga sedekah ke kucing2 jalanan. Urusan itu bisa berpahala ato ga, ya sudahlaah, biarkan Tuhan aja yg menentukan. Toh memang, kita hidup dan melakukan segala kebaikan sebenernya demi mengharapakan ridho nya. Mau ngarepin apa lagi ..

    ReplyDelete
  17. Mas Lik Intan koq makin bijak ya.. btw, saya kalau bersedekah tidak karena ada iming-iming adanya kehidupan di suatu tempat nanti. Saya lebih pada rasa kemanusian, rasa cinta, empati dan simpati meskipun kadang tertipu.

    Kejadiannya baru saja, seorang bapak2 minta rokok. Karena stok kosong saya lantas memberinya Rp. 4.000 sambil bertanya mau beli di mana sudah malam begini, eh dia dengan santainya menjawab, " Saya sudah ada rokok, Pak".

    Kan Edan??

    ReplyDelete
  18. Memberi sedekah dengan tangan kanan tangan kiri tidak boleh tahu.. begitu kan istilahnya..
    niat bersedekah karena lilahita'ala..tetap mengharapkan pahala di akhirat nanti.

    ReplyDelete